1.
Jarang posting
Jelas
banget kalau Anda jarang posting, pengunjung Anda akan berkurang. Ini saya
alami sendiri ketika saya tidak mengupdate blog saya selama 2 minggu karena
harus ke luar kota. Menulis blog itu mirip dengan menaman bunga, posting adalah
siramannya. Okelah 2 atau 3 hari tidak di siram, tapi kalau 1 bulan tidak
disiram bagaimana? Bisa mati dong bunganya? Idealnya posting sehari sekali.
2.
Isinya cuma berisi curhatan
Jika
Anda ingin menulis blog sebagai catatan harian yang bisa diakses di mana saja,
itu memang nggak masalah, namun jika Anda menulis blog agar dibaca orang, ini
menjadi masalah. Blog Anda tidak akan dikunjungi orang jika hanya berisi
curhatan pribadi (kecuali oleh pacar Anda atau pengagum gelap Anda). Ada
pengecualian lagi, jika Anda orang terkenal seperti Budi Rahardjo (ahli IT)
atau Dian Sastro, biarpun blognya banyak curhatan dan ide pribadinya, tetap
saja menarik minat banyak orang. Tetapi pendapat ini kontroversial alias ada
sebagian bloger yang tidak setuju, misalnya pada artikel Dani Iswara atau pada
komentar-komentar pengunjung.
3.
Topik terlalu luas
Pengunjung
setia blog Anda, biasanya karena mereka tertarik akan topik-topik tertentu.
Misalnya blog ini, saya fokuskan ke topik tips, trik, dan tutorial komputer.
Ada juga blog yang mengkhususkan topik lagi, misalnya Tutorial Adobe Photoshop,
atau Tutorial Membuat Blog. Beberapa blog dengan topik yang sangat unik dan
khusus, sukses menjadi Top Blog di WordPress.com, misalnya: Design Arsitektur,
atau Otomotive.
4.
Memposting topik yang menyimpang
Jika
Anda sudah menentukan topik, konsistenlah dengan topik tersebut. Misalnya blog
Anda seputar hukum dan agama, maka janganlah memposting tentang beasiswa.
ConversionConversion EmoticonEmoticon